KABAR BAIK! KUALITAS UDARA TABALONG MULAI MEMBAIK, NAMUN MASIH BELUM SEHAT

TABALONG — Kualitas udara di Kabupaten Tabalong mulai menunjukkan perkembangan positif pada Selasa, 27 Oktober 2026. Setelah kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah sejak Jumat (23/10/2026) hingga Minggu (25/10/2026), kondisi udara kini berangsur membaik. Meski demikian, hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat sehingga masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sebelumnya, kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Tabalong mengalami peningkatan kepekatan pada periode 23–25 Oktober 2026. Pada Sabtu (24/10/2026), jarak pandang di sejumlah lokasi dilaporkan menurun hingga sekitar 30–50 meter. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan partikel pencemar udara.
Memasuki Senin (26/10/2026), kabut asap secara visual mulai terlihat menipis di sejumlah wilayah Tabalong. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, hasil pemantauan di Stasiun Murung Pudak, Mabuun, pada pukul 10.00 WITA mencatat nilai ISPU sebesar 328 atau berada dalam kategori berbahaya.
Pada pukul 12.00 WITA, hasil pemantauan menunjukkan penurunan indeks PM2.5 menjadi 280 dengan kategori sangat tidak sehat, sedangkan indeks PM10 tercatat sebesar 174 dengan kategori tidak sehat.
Perkembangan positif berlanjut hingga Selasa (27/10/2026). Berdasarkan hasil pemantauan pukul 08.00 WITA, nilai ISPU kembali menurun menjadi 130 atau berada dalam kategori tidak sehat, sementara indeks PM10 tercatat sebesar 76 dengan kategori sedang.
Penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kualitas udara dibandingkan kondisi pada hari-hari sebelumnya. Namun, tingkat pencemaran yang masih berada dalam kategori tidak sehat menandakan bahwa masyarakat tetap perlu memperhatikan risiko paparan polutan, khususnya partikel halus PM2.5 yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Selatan pada akhir pekan, 24–25 Oktober 2026, turut membawa harapan bagi perbaikan kondisi lingkungan.
Berdasarkan laporan penanganan karhutla di tingkat provinsi, hujan yang terjadi di sejumlah daerah membantu upaya pemadaman dan mengurangi aktivitas kebakaran di beberapa lokasi. Meski demikian, penanganan karhutla masih terus dilakukan melalui pemadaman langsung, pembasahan lahan, serta dukungan berbagai pihak.
Hujan dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel pencemar di udara dan mendukung pemadaman kebakaran. Namun, penurunan tingkat pencemaran udara di Kabupaten Tabalong tidak dapat dikaitkan hanya dengan turunnya hujan, karena kondisi kualitas udara juga dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin, sumber emisi, serta kondisi atmosfer.
Menanggapi perkembangan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan, meskipun kondisi kabut asap mulai berkurang.
Masyarakat diharapkan membatasi aktivitas berat di luar ruangan, menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus apabila harus beraktivitas di luar rumah, serta memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak membakar sampah, membuka lahan dengan cara membakar, maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Langkah pencegahan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara agar tidak kembali memburuk.
Membaiknya kualitas udara di Kabupaten Tabalong menjadi perkembangan yang patut disyukuri sekaligus memberikan harapan bagi masyarakat setelah menghadapi kondisi kabut asap selama beberapa waktu terakhir. Namun, upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan seluruh pihak.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong berharap kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dapat segera berakhir, kondisi cuaca semakin mendukung proses pemadaman, serta seluruh petugas dan relawan yang bertugas di lapangan senantiasa diberikan keselamatan.
Dengan kerja sama pemerintah, petugas, relawan, dan masyarakat, diharapkan kondisi lingkungan terus membaik sehingga masyarakat Kabupaten Tabalong dapat kembali menikmati udara yang bersih, sehat, dan nyaman untuk beraktivitas.
Mari bersama menjaga lingkungan, mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta mempertahankan kondisi kualitas udara yang semakin membaik.
Bersama Kita Jaga Lingkungan, Bersama Kita Jaga Tabalong!
DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN TABALONG
Sumber data: ISPU Kementerian Lingkungan Hidup, Stasiun Pemantau Kualitas Udara Murung Pudak, serta laporan penanganan karhutla dan kondisi cuaca Kalimantan Selatan periode 23–27 Oktober 2026.
