KABUT ASAP MULAI MENIPIS, APAKAH UDARA TABALONG SUDAH AMAN?

TABALONG — Kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Tabalong mulai terlihat menipis pada Senin, 26 Oktober 2026. Meski jarak pandang secara visual tampak mulai membaik, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan karena kualitas udara yang terpantau masih berada pada kategori berbahaya.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, hasil pemantauan di Stasiun Pemantau Kualitas Udara wilayah Murung Pudak, Mabuun, pada Senin (26/10/2026) pukul 12.00 WITA mencatat nilai ISPU sebesar 280 atau berada dalam kategori SANGAT TIDAK SEHAT.
Polutan utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi 230,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Sementara itu, parameter PM10 tercatat memiliki nilai indeks 174 yang termasuk kategori TIDAK SEHAT.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa berkurangnya kepekatan kabut asap yang terlihat oleh mata tidak selalu menunjukkan bahwa kualitas udara telah kembali aman. Partikel pencemar berukuran sangat kecil, khususnya PM2.5, dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung, perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan lebih.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kualitas udara dan melakukan langkah-langkah perlindungan kesehatan, antara lain:
Mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat, selama kualitas udara masih buruk.
Menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti N95 atau KN95, apabila harus beraktivitas di luar ruangan.
Menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan membatasi masuknya asap dari luar.
Berhati-hati saat berkendara apabila jarak pandang masih terganggu kabut asap.
Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya.
Selain menjaga kesehatan, masyarakat juga diharapkan turut berperan aktif dalam mencegah pencemaran udara dengan tidak melakukan pembakaran sampah, pembukaan lahan dengan cara membakar, maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Upaya menjaga kualitas lingkungan memerlukan kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Kondisi kabut asap yang mulai berkurang diharapkan dapat terus membaik, namun kewaspadaan dan langkah pencegahan tetap perlu dilakukan selama kualitas udara belum kembali ke kategori aman.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mencegah kebakaran, serta melindungi kesehatan keluarga dan masyarakat.
Langit yang tampak lebih cerah belum tentu menandakan udara telah aman. Mari tetap waspada, peduli lingkungan, dan bersama menjaga udara Tabalong agar kembali bersih dan sehat.
Sumber data: Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, Stasiun Pemantau Kualitas Udara Murung Pudak, 26 Oktober 2026 pukul 12.00 WITA.
