Langsung ke konten utama
Berita

Jelang Musim Hujan, Saatnya Jaga Lingkungan Tabalong

D
Dinas Lingkungan Hidup
05 Nov 2026 11:495 menit baca
Jelang Musim Hujan, Saatnya Jaga Lingkungan Tabalong

TABALONG — Kabupaten Tabalong diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Setelah melewati musim kemarau yang diwarnai kondisi kering dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat, genangan, banjir, hingga tanah longsor.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan (BMKG), awal musim hujan di Tabalong diprediksi berlangsung pada November 2026, dengan puncak musim hujan pada Desember 2026. Sifat musim hujan diprakirakan berada pada kategori normal, yakni mendekati rata-rata klimatologis.[1]

Dalam prakiraan curah hujan Dasarian I November 2026 atau periode 1–10 November, sebagian besar wilayah Tabalong diprediksi berpotensi mengalami curah hujan 75–100 milimeter dengan peluang 20–40 persen. Angka tersebut merupakan prakiraan, bukan hasil pengukuran curah hujan yang telah terjadi.[2]

BMKG juga mengingatkan bahwa masa peralihan musim dapat disertai hujan lebat, angin kencang, petir, bahkan hujan es. Kondisi lahan dan vegetasi yang sebelumnya mengering, termasuk kawasan yang terdampak kebakaran, dapat memengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air. Ketika hujan turun, limpasan air berpotensi meningkat dan memicu genangan maupun banjir.[3]

Catatan Banjir di Sejumlah Wilayah Tabalong

Riwayat kejadian sebelumnya menjadi salah satu bahan untuk meningkatkan kewaspadaan. TV Tabalong, mengutip catatan BPBD Kabupaten Tabalong, melaporkan terdapat delapan kejadian banjir sepanjang 2024 yang berdampak pada 277 kepala keluarga atau 611 jiwa.[4]

Sejumlah kejadian banjir yang pernah dilaporkan di Tabalong antara lain:

  • Desa Banyu Tajun, Kecamatan Tanjung (2 Januari 2024). Banjir akibat luapan Sungai Uwie merendam 40 rumah di RT 01 dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter hingga 1,5 meter. Di RT 02, sebanyak 10 rumah terdampak dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter hingga 1 meter. Genangan juga mencapai jalan dan teras rumah warga di RT 04.[5]

  • Desa Binturu dan Karangan Putih, Kecamatan Kelua (Januari 2024). Banjir pada 4–5 Januari 2024 berdampak pada 167 kepala keluarga atau 541 jiwa di Desa Binturu, serta 20 kepala keluarga atau 65 jiwa di Desa Karangan Putih.[6]

  • Desa Marindi, Kecamatan Haruai, dan Desa Kaong, Kecamatan Upau (2 Maret 2025). Di Marindi, sekitar 20 halaman rumah tergenang dengan ketinggian air 30–40 sentimeter. Jalan di gerbang desa juga terendam. Sementara di Kaong, genangan dilaporkan mencapai 40–50 sentimeter di salah satu titik dan 60–70 sentimeter pada ruas jalan desa lainnya.[7]

  • Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak (15 Desember 2025). Banjir menggenangi sejumlah kawasan, antara lain Komplek CPI, Komplek Maluyung, Linda Regency 8, Jalan Pertamina, Jalan Rotan, Komplek Berlian Syariah, Jalan Angsana, dan Gang Makmur. Ketinggian air dilaporkan bervariasi sekitar 10–70 sentimeter dan berdampak pada ratusan rumah.[8]

  • Kecamatan Tanta (16 Desember 2025). Genangan dilaporkan di Desa Tanta, Mangkusip, dan Padangin. Air menggenangi sejumlah ruas jalan dan rumah warga dengan ketinggian yang bervariasi, sekitar 10–50 sentimeter.[9]

  • Pangkalan Pamasiran, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Murung Pudak (29 Desember 2025). Luapan Sungai Tabalong merendam sekitar 70 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50–200 sentimeter.[10]

  • Desa Halong, Nawin, dan Bongkang, Kecamatan Haruai (Desember 2025). Banjir dilaporkan menggenangi permukiman dan akses jalan. Di Desa Halong, sekitar 20 rumah di kawasan bantaran sungai terdampak dengan ketinggian air sekitar 30–50 sentimeter. Genangan juga mengganggu akses jalan di wilayah Nawin dan Bongkang.[11]

Catatan tersebut menunjukkan bahwa dampak banjir pernah dilaporkan di sejumlah kecamatan dan desa, baik berupa genangan permukiman maupun gangguan akses jalan. Riwayat ini dapat menjadi bahan kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai dan wilayah yang memiliki catatan kejadian banjir.

Wilayah yang Masuk Pemetaan Rawan Banjir

Selain riwayat kejadian, BPBD Kabupaten Tabalong juga telah memetakan wilayah yang menjadi perhatian dalam menghadapi musim hujan 2026. Pemetaan tersebut mencakup seluruh kecamatan di Tabalong.

Beberapa desa dan kelurahan yang disebut secara spesifik dalam pemetaan tersebut meliputi:

  • Kecamatan Jaro: Desa Namun dan Muang.

  • Kecamatan Bintang Ara: Desa Bintang Ara, Waling, Usih, dan Burum.

  • Kecamatan Muara Uya: Desa Uwie, Kumap, Salikung, Muara Uya, dan Lumbang.

  • Kecamatan Haruai: Desa Halong, Nawin, Marindi, dan Bongkang.

  • Kecamatan Tanjung: Kelurahan Agung, Hikun, dan Ujung Murung; serta Desa Garunggung, Wayau, Mahe Seberang, dan Kitang.

BPBD juga memasukkan Kecamatan Kelua, Banua Lawas, Pugaan, Murung Pudak, Tanta, Upau, dan Muara Harus dalam pemetaan wilayah rawan banjir.[12]

Pemetaan tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap wilayah yang berpotensi terdampak, bukan berarti seluruh desa dan kelurahan yang disebut sedang mengalami banjir. Informasi ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sesuai kondisi lingkungan masing-masing.

Jaga Lingkungan untuk Mengurangi Risiko Genangan

Kesiapsiagaan menghadapi musim hujan tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika banjir terjadi, tetapi juga dapat dimulai dari kebiasaan menjaga lingkungan. Saluran air dan drainase perlu dijaga agar tidak tersumbat sampah maupun material lainnya.

Masyarakat juga dapat berperan dengan tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air, mengelola sampah dengan benar, menjaga vegetasi, serta mempertahankan kawasan resapan air. Selain itu, kebiasaan membakar lahan dan sampah perlu dihindari untuk mencegah kebakaran serta pencemaran udara.

Menjaga kebersihan saluran air bukan satu-satunya upaya pencegahan banjir, tetapi dapat membantu mengurangi hambatan aliran air yang berpotensi memperparah genangan di lingkungan permukiman.

Peralihan musim dari kemarau menuju hujan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Dengan memanfaatkan informasi BMKG, memperhatikan pemetaan BPBD, dan menjaga kondisi lingkungan sekitar, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca serta mengurangi risiko dampak bencana hidrometeorologi.


Sumber Data dan Referensi

Prakiraan musim dan cuaca
1. BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan – Prediksi Musim Hujan 2026/2027
2. BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan – Prediksi Curah Hujan Dasarian I November 2026
3. BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan – Warga Kalsel Menanti Hujan, Apa Kata BMKG?

Pemetaan wilayah rawan banjir
4. Portal Tabalong – Musim Hujan Mengintai, BPBD Tabalong Petakan Wilayah Rawan Banjir

Data historis kejadian banjir
5. TV Tabalong – Selama 2024, BPBD Tabalong Tangani Ratusan Bencana Alam dan Non-Alam
6. Wartabanjar – Sungai Uwie Meluap, Puluhan Rumah di Banyu Tajun Tabalong Terendam
7. Prokalteng – Terendam Banjir, Warga Binturu “Tinggalkan” Rumah
8. Polres Tabalong – Hujan Deras Guyur Tabalong, Beberapa Wilayah Terdampak Banjir
9. Polres Tabalong – Kapolsek Murung Pudak Lakukan Pengecekan Lokasi Terdampak Banjir di Kecamatan Murung Pudak
10. Polres Tabalong – Banjir Rendam Sejumlah Desa, Polsek Tanta Turun Langsung Lakukan Pengecekan
11. Polres Tabalong – Kapolsek Murung Pudak Tinjau Langsung Lokasi Banjir dan Salurkan Bantuan
12. Polres Tabalong – Polres Tabalong Terus Lakukan Monitoring dan Penanggulangan Banjir di Bintang Ara, Haruai, dan Muara Uya

Bagikan

Trending

Berita Terpopuler

Yang paling banyak dibaca pembaca akhir-akhir ini

Lihat Semua
  1. 01
    Langit Mulai Cerah, Penanganan Karhutla Masih Berlanjut, Kalsel Perpanjang Siaga
    Berita·1 minggu yang lalu

    Langit Mulai Cerah, Penanganan Karhutla Masih Berlanjut, Kalsel Perpanjang Siaga

  2. 02
    KABUT ASAP MULAI MENIPIS, APAKAH UDARA TABALONG SUDAH AMAN?
    Berita·1 minggu yang lalu

    KABUT ASAP MULAI MENIPIS, APAKAH UDARA TABALONG SUDAH AMAN?

  3. 03
    Perkuat Keamanan Digital, DLH Tabalong Dukung Kolaborasi Agen Siber melalui Aplikasi Sentinel
    Berita·3 hari yang lalu

    Perkuat Keamanan Digital, DLH Tabalong Dukung Kolaborasi Agen Siber melalui Aplikasi Sentinel

  4. 04
    KABAR BAIK! KUALITAS UDARA TABALONG MULAI MEMBAIK, NAMUN MASIH BELUM SEHAT
    Berita·1 minggu yang lalu

    KABAR BAIK! KUALITAS UDARA TABALONG MULAI MEMBAIK, NAMUN MASIH BELUM SEHAT

  5. 05
    HUJAN GUYUR 12 WILAYAH KALSEL, ISPU TABALONG TURUN KE 106
    Berita·1 minggu yang lalu

    HUJAN GUYUR 12 WILAYAH KALSEL, ISPU TABALONG TURUN KE 106

Logo Pemerintah Kabupaten TabalongDinas Lingkungan Hidup

Dinas Lingkungan Hidup

Pemerintah Kabupaten Tabalong

Portal Informasi Kabupaten Tabalong

Kontak

  • Jalan H. Usman Dundrung Nomor 3, Mabu'un, Murung Pudak, Tabalong, Kalimantan Selatan
  • WA Admin Informasi dan Layanan UPTD Laboratorium Lingkungan: 6281545371504
  • WA Admin & Pelayanan DLH: 6281150002363
  • WA Aduan Pelayanan Persampahan Bidang PSLB3: 628131415054
  • Utama: [email protected]
  • Alternatif: [email protected]

Jumlah Pengunjung

  • Hari Ini263
  • Bulan Ini1.289
  • Tahun Ini40.439
  • Total40.439

© 2026 · Dinas Lingkungan Hidup

Pemerintah Kabupaten Tabalong