Langit Mulai Cerah, Penanganan Karhutla Masih Berlanjut, Kalsel Perpanjang Siaga

TABALONG — Kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan mulai menunjukkan perbaikan setelah hujan mengguyur beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir. Langit yang sebelumnya tertutup kabut asap pekat kini berangsur terlihat lebih cerah di sebagian wilayah. Namun, di tengah perkembangan positif tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 30 November 2026.
Perbaikan kualitas udara turut dirasakan di Kabupaten Tabalong. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, hasil pemantauan di Stasiun Murung Pudak, Mabuun, pada Rabu (28/10/2026) pukul 09.00 WITA mencatat indeks sebesar 125 dengan kategori Tidak Sehat.
Angka tersebut menurun dibandingkan kondisi Senin (26/10/2026) pukul 10.00 WITA yang masih mencapai 328 atau kategori Berbahaya. Penurunan ini menunjukkan perkembangan positif setelah beberapa hari sebelumnya kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Tabalong.
Perkembangan serupa juga dilaporkan di Banjarmasin dan Banjarbaru. Hujan yang turun selama akhir pekan hingga awal pekan membantu mengurangi kepekatan kabut asap dan mendukung upaya penanganan karhutla.
Meski demikian, perbaikan kualitas udara belum terjadi secara merata di seluruh Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data pemantauan ISPU pada Rabu (28/10/2026), Kabupaten Barito Kuala masih mencatat indeks 278 atau kategori Sangat Tidak Sehat. Sementara itu, Banjarmasin mencatat indeks 187, Kabupaten Banjar 178, dan Hulu Sungai Selatan 145 yang masih berada dalam kategori Tidak Sehat.
Kondisi pencemaran udara di sejumlah wilayah provinsi tetangga juga masih perlu diperhatikan. Beberapa stasiun pemantauan di Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya, Kapuas, dan Barito Selatan, menunjukkan tingkat pencemaran yang lebih tinggi dibandingkan Tabalong.
Perbedaan kondisi antardaerah tersebut menunjukkan bahwa pemulihan kualitas udara belum berlangsung secara merata. Pergerakan angin dapat membawa partikel asap melintasi batas wilayah administrasi, meskipun asal kabut asap yang mencapai suatu daerah tetap memerlukan analisis meteorologi dan sebaran kebakaran untuk dapat dipastikan.
Status Siaga Darurat Karhutla Diperpanjang hingga 30 November
Di tengah mulai berkurangnya kabut asap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memutuskan memperpanjang status siaga darurat karhutla hingga 30 November 2026, dari jadwal sebelumnya yang berakhir pada 31 Oktober 2026.
Kepala BPBD Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputera, menjelaskan bahwa keputusan tersebut mempertimbangkan kondisi kebakaran yang masih memerlukan penanganan serta prakiraan cuaca yang menunjukkan hujan secara lebih normal diperkirakan baru mulai turun pada pekan ketiga November.
Berdasarkan laporan BPBD Kalimantan Selatan pada Selasa (27/10/2026), tercatat sekitar 5.000 kejadian karhutla dengan estimasi luas lahan terdampak mencapai 28.000 hektare di seluruh wilayah provinsi.
Meskipun hujan mulai turun di sejumlah daerah dan titik api menunjukkan penurunan, upaya pemadaman, pembasahan lahan, serta pemantauan lokasi kebakaran tetap dilanjutkan guna mencegah munculnya kembali api.
Kementerian Kehutanan sebelumnya juga melaporkan penurunan jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Selatan menjadi empat titik berdasarkan pemantauan hingga Minggu (25/10/2026) pukul 21.00 WIB.
Namun, penurunan jumlah titik panas belum dapat dijadikan dasar untuk menyatakan seluruh kebakaran telah padam. Bara api pada lahan gambut masih berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah, sehingga penanganan lanjutan tetap diperlukan.
Polda Kalsel Tangani 30 Laporan Karhutla, Termasuk Perkara dari Tabalong
Selain memperkuat penanganan kebakaran di lapangan, upaya penegakan hukum terhadap perkara karhutla di Kalimantan Selatan juga terus dilakukan.
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan melaporkan penanganan sebanyak 30 laporan polisi terkait karhutla hingga 26 Oktober 2026, yang terdiri atas 13 laporan terkait korporasi dan 17 laporan terkait perorangan.
Dari 13 laporan terkait korporasi, seluruhnya telah memasuki tahap penyidikan dan satu korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sementara itu, dari 17 laporan terkait perorangan, sebanyak lima laporan telah memasuki tahap satu, termasuk satu perkara yang ditangani Polres Tabalong. Dalam penanganan perkara perorangan tersebut, kepolisian telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka.
Polda Kalimantan Selatan juga memperoleh dukungan personel dari Bareskrim Polri dan Polda Bali untuk mempercepat proses penanganan perkara karhutla, mulai dari penyelidikan hingga penyidikan.
Langkah penegakan hukum tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla yang berjalan bersamaan dengan kegiatan pemadaman, pengawasan, dan pencegahan kebakaran.
Harapan Pemulihan Kualitas Udara dan Berakhirnya Karhutla
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong menyambut positif perkembangan kualitas udara yang mulai membaik dalam beberapa hari terakhir.
Penurunan indeks pencemaran udara memberikan harapan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan kondisi lingkungan yang lebih nyaman dan sehat. Meski demikian, kualitas udara yang masih berada dalam kategori Tidak Sehat menunjukkan bahwa proses pemulihan belum sepenuhnya selesai.
Keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya ditandai dengan berkurangnya kabut asap atau menurunnya jumlah titik panas, tetapi juga dengan padamnya kebakaran secara menyeluruh serta berkurangnya risiko kebakaran berulang.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong berharap hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dapat membantu penanganan karhutla. Doa dan harapan juga dipanjatkan bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya saudara-saudara kita di Sumatra, Kalimantan, Papua, dan wilayah lainnya yang terdampak. Semoga kebakaran segera berakhir, seluruh petugas dan relawan senantiasa diberikan keselamatan, serta masyarakat selalu diberikan kesehatan dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga langit Indonesia kembali cerah, udara kembali bersih, dan seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Tabalong, dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Bersama Kita Jaga Lingkungan, Bersama Kita Jaga Tabalong! 🌿
---
DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN TABALONG
Sumber informasi: ISPU Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan RI (26 Oktober 2026), BPBD Kalimantan Selatan dan Polda Kalimantan Selatan melalui pemberitaan ANTARA (27 Oktober 2026), serta laporan perkembangan kabut asap di Banjarmasin dan Banjarbaru.