ISPU Tabalong Naik ke 90, Mendekati Kategori Tidak Sehat. Ada Apa?

TABALONG, 6 November 2026 — Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Pemantau Kualitas Udara Murung Pudak, Mabuun, menunjukkan kenaikan pada Jumat, 6 November 2026. Pada pukul 10.00 WITA, ISPU tercatat sebesar 90 atau berada dalam kategori Sedang. Angka tersebut semakin mendekati ambang kategori Tidak Sehat.
Berdasarkan data pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) yang ditampilkan melalui Portal Tabalong, partikulat halus PM2.5 menjadi parameter pencemar kritis dengan subindeks 90 dan konsentrasi 47 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Sementara itu, PM10 mencatat subindeks 60 dengan konsentrasi 69,4 µg/m³.[1]
Pada pembaruan pukul 18.00 WITA di hari yang sama, ISPU kembali naik menjadi 92 dan masih berada dalam kategori Sedang. Saat itu, konsentrasi PM2.5 tercatat 49,1 µg/m³ dengan subindeks 92, sedangkan PM10 berada pada subindeks 60 dengan konsentrasi 71 µg/m³.[1]
Mendekati Ambang Tidak Sehat, Apa Artinya?
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, kategori Sedang berada pada rentang 51–100, sedangkan kategori Tidak Sehat berada pada rentang 101–200.[2]
Dengan demikian, ISPU 90 pada pukul 10.00 WITA masih termasuk kategori Sedang dan berjarak 11 poin dari ambang Tidak Sehat. Pada pembaruan pukul 18.00 WITA, ISPU 92 berjarak 9 poin dari ambang tersebut.
Lalu, apa yang menyebabkan kenaikan ini?
Data pemantauan menunjukkan PM2.5 menjadi parameter pencemar kritis pada kedua waktu pengukuran. Namun, angka ISPU dan konsentrasi partikulat tersebut belum cukup untuk memastikan sumber pencemar maupun penyebab kenaikannya. Diperlukan informasi dan analisis tambahan untuk mengetahui asal partikulat yang terukur.
Perlu diperhatikan bahwa angka tersebut merupakan hasil pengukuran di satu stasiun, yaitu Stasiun Pemantau Kualitas Udara Murung Pudak di Mabuun. Hasilnya menggambarkan kondisi pada lokasi pemantauan dan tidak otomatis mewakili kualitas udara di seluruh wilayah Kabupaten Tabalong.
Status Siaga Darurat Karhutla Diperpanjang
Di tengah pemantauan kualitas udara tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabalong memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan hingga 31 Desember 2026.
Kesepakatan perpanjangan status dibahas dalam rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten Tabalong bersama BPBD dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Bupati Tabalong pada Rabu, 4 November 2026.[3]
Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, menyampaikan bahwa perpanjangan status siaga darurat diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mempermudah langkah operasional dalam penanganan karhutla dan kekeringan.
Perpanjangan status tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap potensi karhutla dan kekeringan yang masih perlu diwaspadai. Namun, keputusan ini tidak dapat dijadikan bukti bahwa kenaikan ISPU secara langsung disebabkan oleh kebakaran lahan di wilayah Tabalong.
Sebagai dukungan terhadap penanganan karhutla, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Bantuan Presiden kepada relawan Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS). Bantuan yang diserahkan pada 4 November 2026 itu terdiri atas 17.000 liter BBM jenis Dexlite dan Pertamax serta 720 paket vitamin.[4]
BBM disiapkan untuk menunjang kebutuhan operasional relawan, sedangkan vitamin diberikan untuk membantu menjaga stamina petugas selama bertugas di lapangan. Dukungan juga diberikan kepada unsur TNI, Polri, dan BPBD.
Jaga Kualitas Udara, Cegah Sumber Kebakaran
Kenaikan ISPU menjadi pengingat bahwa kualitas udara perlu terus dipantau dan dijaga. Masyarakat dapat mengambil bagian melalui kebiasaan sederhana, terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar dan tidak membakar sampah rumah tangga.
Pastikan pula sumber api benar-benar padam setelah digunakan. Apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang mengarah pada kebakaran lahan, segera laporkan kepada aparat desa atau petugas terkait agar dapat diperiksa dan ditindaklanjuti.
DLH Kabupaten Tabalong mengajak masyarakat untuk mengelola sampah melalui pemilahan dan pengolahan yang tepat, bukan dengan pembakaran terbuka. Upaya pencegahan tersebut perlu dilakukan bersama dengan kesiapsiagaan pemerintah dan petugas di lapangan.
ISPU 90 hingga 92 masih berada dalam kategori Sedang, tetapi kenaikannya patut menjadi perhatian. Pemantauan kualitas udara, pencegahan pembakaran, serta partisipasi masyarakat perlu terus diperkuat untuk menjaga lingkungan dan mencegah karhutla di Kabupaten Tabalong.
Sumber Data dan Referensi
Portal Tabalong – Cuaca dan Kualitas Udara. Data ISPU Stasiun Murung Pudak, Mabuun, pada 6 November 2026. Lihat data kualitas udara.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan – Peraturan Menteri Nomor P.14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara. Acuan kategori dan rentang nilai ISPU. Baca peraturan.
Portal Tabalong – Belum Selesai! Status Siaga Karhutla Tabalong Diperpanjang Sampai Desember. Diterbitkan 4 November 2026. Baca berita.
Portal Tabalong – Banpres Cair! Relawan Tabalong Dapat Bantuan BBM dan Vitamin. Diterbitkan 4 November 2026. Baca berita.
Kementerian Lingkungan Hidup – Sistem Informasi ISPU. Buka portal resmi pemantauan ISPU.